Buka 24 jam 08xx-xxxx-xxxx Temanggung, Jawa Tengah

Keanekaragaman Hayati

Ekosistem Sindoro

Kekayaan Hayati Gunung Sindoro

Sebagai gunung berapi tipe stratovolcano setinggi 3.153 mdpl, Sindoro memiliki gradasi ekosistem dari hutan hujan pegunungan hingga vegetasi sub-alpin di dekat puncak. Perbedaan ketinggian ini menciptakan habitat beragam bagi flora dan fauna khas dataran tinggi Jawa.

Jalur Mranggen Kidul melintasi beberapa zona vegetasi sekaligus, sehingga pendaki dapat menyaksikan perubahan tumbuhan dan satwa seiring bertambahnya ketinggian. Menjaga kelestariannya adalah tanggung jawab bersama.

Zonasi

Zona Vegetasi Menurut Ketinggian

Vegetasi berubah bertahap seiring naiknya ketinggian sepanjang jalur pendakian.

Hutan Montana Bawah

1.500–2.200 mdpl

Didominasi pohon puspa, akasia, dan aneka paku-pakuan. Kanopi rapat dengan kelembapan tinggi dan lumut menempel di batang.

Hutan Montana Atas

2.200–2.800 mdpl

Pohon lebih pendek dan rapat, banyak cantigi gunung. Suhu semakin dingin dan kabut kerap turun sepanjang hari.

Sub-alpin / Sabana

2.800–3.153 mdpl

Vegetasi terbuka berupa semak dan padang edelweiss. Area terpapar angin kencang dan suhu terendah menjelang puncak.

Flora

Tumbuhan Khas Sindoro

Beberapa tumbuhan yang kerap dijumpai di sepanjang jalur Mranggen Kidul.

Edelweiss Jawa

Anaphalis javanica

Bunga abadi sub-alpin, simbol dataran tinggi. Dilarang keras dipetik.

Dilindungi

Cantigi Gunung

Vaccinium varingiaefolium

Perdu bandel tahan angin, daun kemerahan; pegangan alami di jalur curam.

Puspa

Schima wallichii

Pohon kanopi hutan montana bawah, penting untuk tata air kawasan.

Paku Pohon

Cyathea sp.

Paku berbatang tinggi penanda hutan lembap yang masih terjaga.

Fauna

Satwa Penghuni Kawasan

Satwa liar yang menjadikan lereng Sindoro sebagai habitatnya.

Elang Jawa

Nisaetus bartelsi

Raptor endemik Jawa yang langka, inspirasi lambang Garuda.

Dilindungi

Lutung Budeng

Trachypithecus auratus

Primata endemik berbulu gelap, hidup berkelompok di kanopi hutan.

Endemik Jawa

Musang Luwak

Paradoxurus hermaphroditus

Mamalia nokturnal pemakan buah, berperan menyebar biji tanaman.

Ciblek Gunung

Prinia familiaris

Burung kecil lincah yang kicauannya sering menemani pendaki.

Lestari Bersama

Jaga Kelestariannya

Keanekaragaman hayati Sindoro rapuh terhadap gangguan. Beberapa hal sederhana dari pendaki sangat menentukan kelangsungannya.

  • Jangan memetik edelweiss atau tumbuhan apa pun.
  • Tidak memberi makan atau mengganggu satwa liar.
  • Bawa turun seluruh sampah, tidak meninggalkan jejak.
  • Tetap di jalur resmi agar tidak merusak habitat.
Lihat Tata Tertib Lengkap →

Saksikan Langsung Keindahannya

Daki Sindoro lewat Mranggen Kidul dan nikmati kekayaan hayatinya secara bertanggung jawab.